Kemarin,
Kita saling bercanda gurau satu sama lain, membicarakan hal
yang entah menuju kemana
Kemarin,
Kita saling bercerita tentang apa yang kita rasakan, tentang
secuil keluh kesah yang kita hadapi
Kemarin,
Kita selalu bercengkrama sepanjang hari, mengharapkan adanya
suatu konklusi tentang semuanya...
Tapi,
Kemarin,
Yang kurasakan, kita membahas tentang luasnya langit,
dalamnya samudra, dan panasnya matahari.
Pernahkan kamu berfikir, untuk sejenak membahas lebih dalam,
seperti : siapa yang selalu menghiasi sang langit, apa yang terdapat di
dalamnya samudra, atau bahkan, pernahkah kamu berfikir untuk mengunjungi
panasnya sang mentari ?.
Aku rasa tidak !!
Kemarin,
Kamu hanya berusaha menceritakan sisi luar tentang siapa
dirimu.
Tapi bodohnya, aku terlalu berharap untuk sedikit saja
melihat sisi dalam akan dirimu.
Kemarin,
Aku sudah berusaha menceritakan dua sisi tentang diriku sendiri. Dengan harapan, kamu mau berlaku
sama.
Tapi kurasa, semua itu percuma.
Engkau masih saja setia dengan kehidupanmu bukan ?
Namun,
Hari ini,
Aku terengah diperjalanan, ketika ku menemukan sebuah
tulisanmu.
Apa aku harus menyerah sekarang ?
Tidakkah kau mau memberiku satu kesempatan untuk mengenalmu
?
Apa kau sudah terlalu larut dalam emosimu ?
Mungkin iya,
Karena, aku tidak memiliki alasan untuk kau masukkan ke
dalam bagian hidupmu.
Sedikitpun !!!
Hari ini,
Aku hanya berusaha untuk tetap berjuang, berjuang agar suatu
saat, kau mau menganggap aku ada.
Aku hanya ingin kau tahu, ada seseorang yang selalu memikirkanmu.
Namun rasanya semua itu sia sia.
Hari ini,
Semangatku tak semenggebu biasanya,
Kalau memang sudah tidak mungkin ada harapan, untuk apa aku
berjuang ?
Kalau memang kau masih setia, untuk apa aku berusaha
bertahan.
Tapi,,
Aku masih ingin sedikit berharap,
Dan aku juga punya harapan lain, agar harapanku yang satu
ini akan terwujud suatu saat nanti.
Karena esok,
Aku masih ingin terus melihat senyumanmu.
Aku masih ingin mendengarkan celotehanmu.
Dan juga, semua cerita tentang dirimu.
Karena esok,
Aku ingin agar harapanku bukan lagi sekedar sebuah harapan
belaka.
Aku mau kamu sedikit memberikanku sesuatu yang aku harapkan.
Aku tak berharap banyak darimu,
Aku hanya ingin, sedikit saja perhatianmu.
Aku hanya berharap, hanya waktu yang akan mengikis semua
cerita tentang kita.
Karena esok,
Aku mau kamu bukan hanya tersenyum padaku, tapi aku ingin
kamu benar – benar tersenyum untukku.
Kalau memang harapan itu ada, bisakah kau memberikanku
sedikit pertanda, agar aku setiaknya tidak kehilangan arah untuk terus
melangkah ?
Kalau memang tidak, bisakah kau setidaknya menyalakan lampu
merahmu, sebelum aku benar benar melintasi jalan yang sebenarnya bukan untukku
?
Karena,,
Kemarin, hari ini,
dan esok.
Aku akan selalu ada untukmu, meski kau tak selalu ada untukku.
Aku akan terus menungguku, meski kau tak selalu menungguku.
Karena,,
Kemarin, hari ini,
dan esok.
Aku ingin selalu ada cerita tentang kita.
:):):)





