RSS

errrr

 udh nulis panjang - panjang, tau - tau laptopnya mati. . .
lanjut nanti lagi dah. . .
hhehe :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

especially moment

sabtu, 27 November 2011, memang menjadi sebuah hari yang mungkin menjadi Nilai Maksimum Global (baca : kalkulus) sampai saat ini,.  ,
karena semua begitu sulit untuk dilupakan,  ..
entah mengapa, rasanya ga ingin pergi dari hari itu,  ,
segalanya mendukung dengan penuh suka cita. . .
tawa, riang dan canda yang tak mudah hilang
huh. .
andai hari - hari ini masih seperti itu. .
tidak akan ada lagi sebuah penyesalan
kenapa hari itu hanya datang sesaat. . .

tapi setidaknya moment itu hadir kembali dalam hidupku. ..
setelah cukup lama menghilang.,
mentari seolah terbit kembali. . .

hmmmm,,,
tak banyak yang dapat ku harapkan
selain, aku ingin hari itu terulang dan terus terulang. . .
sampai saatnya nanti. . .

****

I will miss u. . .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

:)

andai . . .
saat ini kau hadir di sini menemani setiap detikku. . .

andai. . .
semua cerita yang ingin kusampaikan padamu dapat tersampaikan. . .

andai. . .
senyuman indah itu terus teruntai dari wajahmu .. .

andai. . .
semua kehidupan dapat kembali dan kau masih ada disisiku. .

membawa semua cerita indah yang kau sampaikan, membuat canda dan tawa seolah tak pernah pergi dari hidupku ..
hanya kaulah yang mampu membuatku kuat. . .
kaulah yang mampu menghilangkan segala beban dihatiku. . .
dan semoga kau tetap menjadi dirimu yang sekarang, , ,

pribadi yang selalu aku rindukan/ . . .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TODAY's FEELS : Tiada kata yang bisa mendeskripsikan hari ini kecuali HAPPPPYYYYYY

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Story : "Aku Yang Berbeda" PART 3 (Last Part)


Siapa aku ? kembali ke pertanyaan awal. . .
Tidak ingin ku menjawab pertanyaan itu. Biarlah orang yang menilai siapakah aku sebenarnya. Yang jelas, aku tidak ingin menjadi orang lain yang menggunakan kedok agar terlihat manis. Terlihat naïf . tapi itulah aku. Kekesalanku seperti memuncak saat mendengarkan kata –kata manis dari seorang penjilat besar. Tapi siapa aku, percuma aku berkata seperti ini. Toh, aku bukan siapa – siapa.
Aku tak percaya lagi  Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini Tersudut menunggu mati
Aku tak percaya lagi akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi Sudut gelap hati ini

Aku berhenti berharap Dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat Tak ada cinta ku dapat

Kenapa ada derita Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam Bila putih menyenangkan

Aku pulang tanpa dendam
Ku terima kekalahanku
Aku pulang tanpa dendam
Ku salutkan kemenanganmu
Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita

Aku telah bersabar dalam menjalani ini. Memang terlalu cepat untuk berhenti sekarang, tetapi mungkin juga sudah terlalu lama untuk mulai bangkit. Ketika pengharapan itu sudah mulai mengiangi hutan ini, tak terasa bahwa semua itu lewat begitu saja tanpa permisi. Seolah mengiringi semua keluh kesah ini, sejujurnya aku lelah tuk tersenyum palsu. Aku lelah untuk terus bersandiwara. Tidak bisakah semua ini segera diakhiri. Tidak bolehkah aku tuk menemukan hidupku sendiri. Ataukah memang ini kenyataan yang harus kuterima ??. . . ingin rasanya tuk berkata, hei, this is my life. So, leave me with my happiness, that’s all. . .  hanya itu ? ? tentu tidak.  Terlalu banyak yang ingin ku teriakkan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa membuatku terus terpuruk. Bahwa aku bukanlah aku yang dulu. Aku yang sekarang telah bangkit menjadi seseorang yang baru, yang tidak akan pernah melepas senyum itu hanya karena sebuah kerikil kecil yang kalian lemparkan padaku. Aku tidak akan pernah mundur, walau kalian terus berusaha mendorongku ke jurang kekalahan. Bahwa aku, tidak akan pernah mengalah karena aku bukanlah seorang kaum sudra biasa. aku adalah kaum sudra  yang akan membuktikan bahwa tidak selamanya kaum brahmana  yang akan menguasai hidup ini. Inilah aku, dan inilah hidupku yang akan menyongsong hari esok dengan senyuman pasti, semangat membara, langkah yang tegap. Dan akan ku tunjukkan pada kalian bahwa aku adalah AKU YANG BERBEDA. . . !!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Story : "Aku Yang Berbeda" PART 3


Yah, mungkin hanya sebagian kecil dari sedikit kisah hidupku. Hidup haruslah terus berjalan. Hari berikutnya, semakin membuka mata dan fikiranku, bahwa jauh di luar sana masih banyak yang ingin mendorongku naik ke atas. Tetapi seperti terjebak dalam tembok pembatas yang mengurungku dalam segala arah. Seolah terlewat begitu saja, terdapat sebuah lubang kecil yang rapuh, yang mungkin bisa ditembus jika aku menyadari itu semua dan menunjukkan betapa dunia itu tidak hanya selebar daun talas. Bodohnya diri ini, mengetahui lubang itu pun butuh waktu yang cukup lama setelah semuanya terjadi. Penyesalan yang hanya tertinggal, mengapa aku seperti kehilangan jasad ?? hanya tertinggal jiwa yang lemah, yang tidak mampu melakukan apa – apa.
Lupakan semua yang telah lalu, yang harus kulakukan saat ini adalah bagaimana tuk menebus semua kebodohan yang kuperbuat di masa lalu. Tapi dengan apa ???. masih saja ku bertanya saat harapan itu sudah terlihat. Tidak ingin ku sia – siakan lagi, hanya ada satu cara tuk menembus semua dinding pembodohan. Dan saat ku keluar, terbukalah sebuah paradigma tentang hidup yang sesungguhnya. Masih banyak yang memberiku arti senyuman yang sesungguhnya. Mereka. . . ya, mereka. . . terfikir dalam benakku tentang mereka yang benar – benar dengan tulus berada di sampingku, di saat orang – orang itu tertawa licik menunggu sinarku redup. Entah kenapa, lilin – lilin kecil disekitarku berkumpul untuk membuat sinar itu kembali berkilau. Mereka datang dengan sejuta harapan, bahwa hidup bukan hanya seperti dua sisi dari sebuah kepingan logam, dunia itu tak berujung, bagaikan sebuah simfoni yang terus mengalun tanpa henti menjalar ke seluruh pelosok. Mereka yang mengajarkanku akan arti kehidupan yang sesungguhnya. Terutama untuk kalian. Kalian yang selalu ada saat raga ini butuh topangan, saat jiwa ini butuh semangat.
Tak banyak harapan yang bisa ku berikan pada kalian. Hanya sebuah harapan kecil agar hati ini tidak terlalu sakit saat semuanya berubah. Harapan agar kalian lah yang bisa mengusir segala kesakitan yang mungkin tak terelakkan lagi. Mungkin harapan kecil itu terlalu besar untuk dapat diwujudkan. Tapi ku rasa, jika dengan kalian semuanya akan terasa mudah. Kalian memang tidak selalu ada di sisiku, tapi kalianlah yang akan selalu berkata, jangan mudah menyerah dengan hidup ini, dan semuanya pasti akan cepat berlalu. Entah, serasa mimpi di tengah gurun pasir yang menjadi kenyataan. Sebuah senyuman kecil mulai tergores di wajah ini. Perlahan tapi pasti, semangat baru telah muncul. Pengalaman baru yang kalian berikanlah yang membuatku hingga sekarang berada di sini.
 Kalian adalah kalian, berbeda dengan mereka. tak peduli siapa aku, seberapa bodohnya aku, kalianlah yang benar – benar tulus menghampiriku. Tidak memakai kedok, dan tidak melupakanku hanya karena datang yang lebih sempurna. Sebuah sindiran bagi mereka yang seperti itu. Bukan menyindir, namun memang kenyataannya seperti itu. Dendam rasanya saat mengingat semua itu. Ingin rasanya untuk berteriak, bahwa sesungguhnya mereka adalah pengecut, sebagai penjilat yang tidak akan pernah puas menyakiti orang lain. Mereka yang dulu terlihat begitu sempurna, yang berusaha mengatakan bahwa ‘aku’ adalah teman kaliah. Dan, kini mereka berkata, ‘kamu’lah temanku, bukan ‘dia’. Sakit rasanya menjadi seseorang yang di acuhkan. Sakit rasanya menjadi kedelai yang hanya ditarik saat menuruni bukit, namun dinaiki saat menanjak. Ingin rasanya ku berkata, bahwa aku bukan mainanmu, mainan anak kecil.  Dimana, mainan lama akan ditinggalkan saat sang anak mendapatkan mainan baru. Maninan itu hanya akan dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan, dan hanya akan dimainkan saat mainan lamanya hilang. Mungkin sampai saat sang anak menemukan mainan barunya lagi.
Di saat sebuah janji telah terucap, di saat itu pula ia mengingkarinya dengan mudah. Tanpa pernah memikirkan bahwa, kalianlah yang merugi. Untuk apa aku yang susah payah mengingatkan mereka akan janji mereka. untuk apa aku berusaha membantu mereka yang telah membuang hidupku. Untuk APA ????.
Jalanilah hidup kalian sendiri. Teruslah membuat banyak orang sakit akan apa yang kalian lakukan. Mungkin memang ini yang kurasakan saat ini. Satu sisi subjektif yang belum tentu benar. Tapi menurutku, tidak ada salahnya tuk berpendapat, toh memang itu yang ku rasakan saat ini. Tidak melebih – lebih kan dan mengurang – ngurangkan sedikitpun. Lelah rasanya tuk terus menguak sisi lain dari semua ini. Dan kenapa semua ini harus terjadi. Semua pertanyaan yang terus menerus menjadi momok yang menakutkan bagiku.
Siapa aku ? kembali ke pertanyaan awal. . .
Tidak ingin ku menjawab pertanyaan itu. Biarlah orang yang menilai siapakah aku sebenarnya. Yang jelas, aku tidak ingin menjadi orang lain yang menggunakan kedok agar terlihat manis. Terlihat naïf . tapi itulah aku. Kekesalanku seperti memuncak saat mendengarkan kata –kata manis dari seorang penjilat besar. Tapi siapa aku, percuma aku berkata seperti ini. Toh, aku bukan siapa – siapa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Story : "Aku Yang Berbeda" PART 2


Dedaunan jatuh seiring hari berganti, namun apa yang berubah padaku ??? NIHILLL !!!  seolah memberikan penekanan, bahwa aku tidak mungkin bisa menjadi aku yang dulu. Anggaplah aku yang dulu adalah dua pribadi yang tidak sama. Atau bahkan aku sudak tidak mengenal lagi siapa aku yang sekarang. Senyum, canda, tawa, ketulusan  pada semua itu yang mungkin sudah tidak ku temui lagi. Sebuah senyum kosong tanpa makna lagi yang bisa ku berikan. Acting ??? aku rasa tidak. Karena memang aku tidak merasakan lagi makna sesungguhnya dari sebuah kebahagiaan.
Ingin rasanya ku menangis di pangkuan kedua orang tua ku, terutama ibuku. Dan dia akan berkata, bahwa semua ini ada ujian dari Allah SWT. yang akan membuatmu lebih dewasa. Usap lembut dari tangannya yang halus, senyumannya yang mampu membuat semuanya menghilang. Kehangatan dari kasih sayang seorang ibu. . .  sulit untuk diterima lagi, bahwa itu sudah tidak mungkin lagi. Aku sudah bukan anak kecil lagi. Tidak pantas untuk mengadu padanya lagi. Apa yang akan dikatakan olehnya, jika ia tahu, kalau anak yang sudah besar ini masih cengeng ?? memalukan. . .  itulah yang ada dibenakku saat memikirkannya. Tidak bisa ku membayangkan bagaimana raut wajah ibu yang mulai lelah, namun masih diberi beban olehku ?
***
Terkadang aku berfikir, disini bukan tempatku. Aku harus segera keluar dari sini. Lebih baik ku mati daripada harus tetap berada di tempat ini. Ingin rasanya tuk merengek kepada kedua orang tua untuk segera keluar dari sini, namun apa jadinya yang akan terjadi. Kekecewaan dari mereka yang akan ku dapatkan kelak. Mah, Pah, jujur saja. Anakmu sudah tidak mau menghadapi segala permasalahan ini. Bukan kedewasaan yang ku dapat, malahan ego kekanak – kanakkan yang semakin menguat yang ku rasakan. Sesekali muncul dalam benakku, memori demi memori keindahan yang dulu sering ku rasakan. Dan air mata itu seoah jatuh mengiringi semuanya. Aku rindu dengan masa itu, dimana aku dapat meluapkan segala yang ingin ku emosikan. Otak ini meronta, karena ia telah dipaksa mencapai titik jenuh dari kapasitas yang mampu ia sanggah.
Suatu ketika, kedua orang tuaku berharap banyak akan apa yang ku jalani sekarang. Dan yang mereka inginkan saat ini adalah agar aku mampu tuk menjadi seperti apa yang mereka harapkan, yaitu menjadi mahasiswa yang berpreatasi. Ingin rasanya tuk menolak semua itu, dan berkata bahwa aku tidak kuat untuk melanjutkan kehidupanku yang sekarang. Bahwa aku tidak bisa seperti yang kalian bayangkan. Tapi, mereka tetap saja memberikan sebuah senyuman tulus, serta dorongan nyata yang membuatku sejenak berfikir bahwa aku tidaklah merupakan sebuah kesalahan. Rindu yang begitu dalam, rasa ingin segera kembali ke dekap mereka memberatkan kembali langkahku. Kalau aku bisa mendapatkan kebahagiaan di sana, kenapa aku harus ada di sini. Namun, aku takkan selamanya berada di sana, karena kehidupan yang telah menggariskanku untuk berada di sini.
Serba salah. . . jika ku masih berharap bahwa akan ada yang datang menghampiriku dan bertanya mengapa ku bersedih. Apa salah ? jika ku hanya ingin sosok seorang sahabat yang mau membantuku. Apa salah ? jika ku hanya menginginkan sosok ibu yang mau membuatku bangkit dan kembali berjalan. Apa salah ? jika aku hanya seorang manusia lemah yang tidak bisa melakukan segala sesuatunya dengan sendiri. Salah besar jika banyak orang menganggap semua itu salah. Karena, aku pun masih membutuhkan mereka. Mereka yang mampu mengisi kebahagiaan yang tulus. Bukan karena sebuah topeng licik yang menutupi wajah tengil mereka. Bukan karena sebuah images yang ingin mereka tampilkan dengan segala kesempurnaan yang mereka miliki.
Satu per satu misteri mulai terkuak. Tercengang rasanya saat mengetahui kenyataan yang sesungguhnya lebih kejam dari apa yang kita bayangkan. Dan lebih kaget lagi, saat diri ini tahu bahwa orang lain mampu menghadapinya dengan sebuah senyuman. Tapi aku, hanya terdiam di sudut ruang gelap dalam hati ini dan menangis seolah ingin pulang dan tidak mau kembali ke kenyataan yang sesungguhnya. Mengapa mereka bisa tetapi aku tidak ?? Karena mereka memiliki orang – orang yang mereka cintai. Dan aku tidak, simple kan ?? ya memang. Aku hanya perlu mencari orang yang menyayangiku. Namun, praktek tidak semudah teori. . .
Terlalu banyak mengeluh. . .
Namun itulah bentuk perasaan yang ingin ku sampaikan pada semua. Bahwa, semua ini tidak adil. Bukan aku tidak bersyukur atas semua yang telah digariskan dalam hidupku. Akan tetapi, aku hanya ingin menceritakan sebuah pengalaman pahit dalam hidupku.
 ***
Ku teruskan sebuah pencarian hidupku yang kini terus berjalan episode demi episode. Telah banyak cerita kesedihan yang kualami. Apa aku tidak memiliki cerita kebahagiaan ??? tentu ada, terlalu banyak kebahagiaan yang telah menghampiri hidupku dan kini lenyap hanya karena mereka. merugilah rasanya diri ini. Untuk apa terdiam di saat orang lain mulai berlari tuk mencapai puncak. Untuk apa bersembunyi di saat orang lain mulai tuk mencari sebuah arti kehidupan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Barang - barang Indonesia di Mancanegara




Entah kenapa yang ane dan sebagian agan tangkap dari banyaknya kita orang Indonesia yang gila produk luar alias barang import, padahal beberapa produk dalam negeri tak kalah hebatnya dengan barang kualitas luar, jika kita jeli sebenarnya banyak sekali barang2 kualitas dunia itu milik Indonesia. dan Mungkin ane akan membuat daftarnya untuk kalian. agar lebih cinta produk dalam negeri. 
Quote:

1. J.CO



Dimana kemunculannya di tahun 2005, banyak orang mengira gerai ini adalah sebuah waralaba milik asing. tapi jika kita cari sejarahnya ternyata gerai donat dan kopi ini adalah didirikan oleh seorang bernama Johnny Andrean, Jhonny sendiri adalah orang asli Singkawang, Kalimantan Barat, beberapa tahun sebelum mendirikan J.CO ia membeli hak waralaba BreadTalk, namuan karena ia merasa beberapa hal yang tidak cocok dengan dirinya akhirnya ia membangun dan mengembangkan sendiri gerainya, tak disangka sambutannya sangat luar biasa, ini karena ia selau menjaga kualitas produknya dan selalu berinovasi membuat resep2 baru.
Quote:

2. Olimpic



Dialah Au Bintoro, si pendiri Olympic Furniture, yang mengawalinya di tahun 1980. berawal dari sulitnya membawa furniture yang dibeli dari tokonya dan pelanggan merasa kesusahan dan diperlukan banyak perkerja untuk membawa perabotan2 tersebut untuk sampai dirumah, maka ia mencoba membuat bagaimana sebuah furniture yang kuat namun berbahan ringan serta dapat dibongkar pasang dengan mudah oleh orang awam sekalipun. ini yang membuat produk2nya terus menuai sukses dipasaran hingga ke pasar dunia.
Quote:

3. POLYTRON



Sejarah polytron dimulai pada tanggal 16 mei 1975, saat pemilik pabrik rokok pt djarum kudus mendirikan perusahaan dengan nama PT. Indonesia Electronic dan dengan modal awal sejumlah Rp.50Jt. merekrut 14 perempuan lulusan smea dan sma pada awalnya untuk diberikan pelatihan menyoder dan menggunakan produk dari Philips sebagai bahan uji coba sampai akhirnya memiliki tren sendiri di bidang elektronika. POLYTRON sendiri memiliki arti POLY yang artinya Banyak dan Tron yang singkatan dari Elektronika. jadi POLYTRON adalah sekumpulan barang2 elektronika.
Quote:

4. Polygon



Bermula tahun 1989 dari satu kawasan kecil yang namanya tak banyak dikenal orang, Wadungasih Sidoarjo – Jawa Timur, sebuah pabrik sepeda didirikan dengan tekad besar menembus pasar internasional. Sejak berdiri hingga kini, jutaan sepeda telah diekspor ke 5 benua dengan tujuan ekspor lebih dari 50 negara.
Quote:

5. Jeans LEA



Memang terkadang jika kita lihat iklan2 dari produk ini kebanyakan berbau amerika, tapiitu hanya memberikan gambaran bahwa produk ini memiliki kualitas yang sama dan lebih baiknya dengan produk2 jeans Dunia lainnya.

Sumber : Disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Story : "Aku Yang Berbeda" PART 1



Senja malam, di sebuah kota namun bersuasana layaknya desa. Jauh dari segala keriuhanlayaknya  kota – kota padat di Indonesia. Hanya pepohonan yang menghiasinya. Layaknya sebuah gedung terisolasi, asrama ini terkesan menyeramkan dengan penerangan jalan yang seadanya. Di sebuah balkon asrama tersebut, duduk seorang pria yang tengah termenung memikirkan sesuatu. Seperti merasakan sesuatu yang entah apa itu. Orang itu berperawakan tinggi, berkulit kecoklatan dan bertubuh kecil. Ya, itulah saya, yang hingga kini entah belum menemukan jati diri saya disini. Ariyan, mahasiswa sebuah universitas terkemuka di Indonesia yang kini telah tiga bulan meninggalkan keluarga dan teman – teman yang selalu mampu membuatnya ceria. Namun, semuanya berubah setelah kini, bertubi – tubi masalah yang entah seperti tak pernah padam. Semuanya berawal dari sini, disaat semuanya berawal dengan indah.
Hari – hari awal asrama. . .
Semuanya serasa berjalan baik – baik saja. Perkenalan, adaptasi, bertemu dengan tiap – tiap jiwa baru yang belum terlihat jelas siapa pribadi masing – masing mereka. Semuanya begitu indah, saat tiga serangkai bertemu dan mulai mengenal pribadi masing – masing secara langsung. Senyuman yang tidak tulus, mungkin karena memang ini bukan tempatku, perasaan yang entah mengapa membuat hati ini bertanya, benarkah ini ? . Entah tak peduli atau tak merasa, pertanyaan itu ku buang jauh – jauh. Sekiranya, mereka adalah sosok yang masih misterius di benakku. Belum jelas dalam penghlihatan, siapa sosok di balik tubuh itu yang sebenarnya.
Hari demi hari terus berlalu, dan kurasa waktu terus berjalan. Aku yang hingga kini masih belum merasakan bahwa inilah aku, disinilah rumahku, berusaha tuk berjuang. Berjalan dan terus berjalan. Itu yang kulakukan. Entah sampai kapan harus tetap seperti itu, yang jelas tidak akan berhenti hingga ku menemukan sebuah pintu dengan cahaya berkilau didalamnya. Mungkin perumpamaan seperti inilah yang mungkin masih ku rasakan hingga saat itu. Tak jelas tujuannya, entah kemana harus berpangku, seolah anak kecil yang kehilangan ibunya. Lelah,  itulah yang mungkin ingin diungkapkan oleh hati ini. Seakan tidak mendapat jawaban dari seseorang di ujung sana. Jiwa ini mungkin dapat berdiri tegak dan tersenyum di hadapan mereka, namun hati ini rapuh, seolah tidak mau melihat bahwa kehidupan masih terus berjalan. Inilah diriku yang seorang diri, bagai seonggok batu di jalanan dan tidak ada yang memperhatikannya.
Selang waktu berjalan, senyuman itu kembali datang, seolah mengingatkanku akan pertanyaan yang kini kembali terngiang di otakku. Dan kembali, otakku tidak mau berpusing dengan hal semacam itu. Tanpa pernah tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Lambat laun, kesepian itu berubah menjadi suatu keceriaan, saat ku bertemu dengan mereka. Siapa mereka ?. . . tidak tahu, namun kurasa mereka lah yang akan membantu mengungkap semua pertanyaan ini. Hari demi hari, kehidupan seolah bertambah pelik. Di saat kebahagiaan mulai menulusuk ke dalam raga yang telah bangkit ini, satu per satu masalah pun muncul beriringan bak kereta yang tak berujung. Terus dan terus. . .  seolah terdorong ke dalam jurang yang curam namun tertahan oleh kaitan tali cahaya yang menarik ke atas. Tidak mustahil memang, untuk memilih di antara dua pilihan hidup tadi. Apakah memotong tali dan jatuh ke dalam jurang untuk selamanya, ataukan bangkit dan menarik tali tersebut hingga berhasil naik ke atas. Namun, tidak ada semangat ataupun keinginan untuk berbuat sesuatu. Hanya menggantung di tengah jurang dan menunggu, sampai kapankah tali ini mampu menopang tubuh ini sebelum ia putus. Atau adakah seseorang di atas sana yang akan menarik tali ini dan menolongku.
Tuhan, jika memang ini takdirmu, aku hanya berharap bahwa akan ada orang - orang penyelamat dalam hidupku yang mampu memberikan dorongan, semangat, harapan, seperti mereka yang dulu ku kenal. Mungkin ini hanya bualan bagiku, di mana aku hanya meminta tanpa berusaha untuk mencari. Tetapi, raga ini entah mengapa tidak ingin bergerak. Ternyata raga ini masih ingin menutup diri dan berfikir bahwa semuanya sudah terlambat. Terlambat untuk membuka diri. Benarkah itu ?. .  YA !!! seolah mulut ini mengiyakan dengan mantap. Tapi tidak dengan hati kecil ini. Ia terus meronta, berharap bahwa suara kecilnya akan didengar. Namun mungkinkah itu terjadi ??. . . mungkin saja, tapi aku tidak bisa menjamin kapan itu semua kan terjawab.
Tidak ada tempat bagi seorang loser di sini. Jika aku di sini, aku hanya akan menjadi segumpul sampah yang tidak berguna. Tak ada yang dapat dilakukan setumpuk sampah, kecuali hingga mereka disatukan ditempat pembuangan akhir, atau bisa disebut tempat kumpulan loser  dibuang. Kejam ? ya, memang. Dunia ini memang tidak seindah kelihatannya. Banyak orang hanya bersikap manis di depan. Namun di belakang ? mereka menyimpan sejuta kelicikan yang akan menambah tumpukan sampah di TPA. Lucu ? sangat lucu !!!! bagi mereka yang seolah berkepentingan sebagai suatu kaum brahmana. Sedangkan aku, hanyalah seorang kaum sudra  yang berusaha mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi, namun hanya sebuah kemuskilan belaka. Tidak ada lowongan bagi aku, bisa berada di posisi tertinggi, dimana semua orang tertuju padanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS