RSS

My Story : "Aku Yang Berbeda" PART 3 (Last Part)


Siapa aku ? kembali ke pertanyaan awal. . .
Tidak ingin ku menjawab pertanyaan itu. Biarlah orang yang menilai siapakah aku sebenarnya. Yang jelas, aku tidak ingin menjadi orang lain yang menggunakan kedok agar terlihat manis. Terlihat naïf . tapi itulah aku. Kekesalanku seperti memuncak saat mendengarkan kata –kata manis dari seorang penjilat besar. Tapi siapa aku, percuma aku berkata seperti ini. Toh, aku bukan siapa – siapa.
Aku tak percaya lagi  Dengan apa yang kau beri
Aku terdampar disini Tersudut menunggu mati
Aku tak percaya lagi akan guna matahari
Yang dulu mampu terangi Sudut gelap hati ini

Aku berhenti berharap Dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat Tak ada cinta ku dapat

Kenapa ada derita Bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam Bila putih menyenangkan

Aku pulang tanpa dendam
Ku terima kekalahanku
Aku pulang tanpa dendam
Ku salutkan kemenanganmu
Kau ajarkan aku bahagia
Kau ajarkan aku derita
Kau tunjukkan aku bahagia
Kau tunjukkan aku derita
Kau berikan aku bahagia
Kau berikan aku derita

Aku telah bersabar dalam menjalani ini. Memang terlalu cepat untuk berhenti sekarang, tetapi mungkin juga sudah terlalu lama untuk mulai bangkit. Ketika pengharapan itu sudah mulai mengiangi hutan ini, tak terasa bahwa semua itu lewat begitu saja tanpa permisi. Seolah mengiringi semua keluh kesah ini, sejujurnya aku lelah tuk tersenyum palsu. Aku lelah untuk terus bersandiwara. Tidak bisakah semua ini segera diakhiri. Tidak bolehkah aku tuk menemukan hidupku sendiri. Ataukah memang ini kenyataan yang harus kuterima ??. . . ingin rasanya tuk berkata, hei, this is my life. So, leave me with my happiness, that’s all. . .  hanya itu ? ? tentu tidak.  Terlalu banyak yang ingin ku teriakkan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa membuatku terus terpuruk. Bahwa aku bukanlah aku yang dulu. Aku yang sekarang telah bangkit menjadi seseorang yang baru, yang tidak akan pernah melepas senyum itu hanya karena sebuah kerikil kecil yang kalian lemparkan padaku. Aku tidak akan pernah mundur, walau kalian terus berusaha mendorongku ke jurang kekalahan. Bahwa aku, tidak akan pernah mengalah karena aku bukanlah seorang kaum sudra biasa. aku adalah kaum sudra  yang akan membuktikan bahwa tidak selamanya kaum brahmana  yang akan menguasai hidup ini. Inilah aku, dan inilah hidupku yang akan menyongsong hari esok dengan senyuman pasti, semangat membara, langkah yang tegap. Dan akan ku tunjukkan pada kalian bahwa aku adalah AKU YANG BERBEDA. . . !!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar