Siapa aku ?
kembali ke pertanyaan awal. . .
Tidak ingin ku
menjawab pertanyaan itu. Biarlah orang yang menilai siapakah aku sebenarnya.
Yang jelas, aku tidak ingin menjadi orang lain yang menggunakan kedok agar
terlihat manis. Terlihat naïf . tapi itulah aku. Kekesalanku seperti memuncak
saat mendengarkan kata –kata manis dari seorang penjilat besar. Tapi siapa aku,
percuma aku berkata seperti ini. Toh, aku bukan siapa – siapa.
Aku
tak percaya lagi Dengan apa yang kau
beri
Aku
terdampar disini Tersudut menunggu mati
Aku
tak percaya lagi akan guna matahari
Yang
dulu mampu terangi Sudut gelap hati ini
Aku
berhenti berharap Dan menunggu datang gelap
Sampai
nanti suatu saat Tak ada cinta ku dapat
Kenapa
ada derita Bila bahagia tercipta
Kenapa
ada sang hitam Bila putih menyenangkan
Aku
pulang tanpa dendam
Ku
terima kekalahanku
Aku
pulang tanpa dendam
Ku
salutkan kemenanganmu
Kau
ajarkan aku bahagia
Kau
ajarkan aku derita
Kau
tunjukkan aku bahagia
Kau
tunjukkan aku derita
Kau
berikan aku bahagia
Kau
berikan aku derita
Aku telah bersabar dalam
menjalani ini. Memang terlalu cepat untuk berhenti sekarang, tetapi mungkin
juga sudah terlalu lama untuk mulai bangkit. Ketika pengharapan itu sudah mulai
mengiangi hutan ini, tak terasa bahwa semua itu lewat begitu saja tanpa
permisi. Seolah mengiringi semua keluh kesah ini, sejujurnya aku lelah tuk
tersenyum palsu. Aku lelah untuk terus bersandiwara. Tidak bisakah semua ini
segera diakhiri. Tidak bolehkah aku tuk menemukan hidupku sendiri. Ataukah
memang ini kenyataan yang harus kuterima ??. . . ingin rasanya tuk berkata, hei, this is my life. So, leave me with my
happiness, that’s all. . . hanya itu
? ? tentu tidak. Terlalu banyak yang
ingin ku teriakkan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa membuatku terus
terpuruk. Bahwa aku bukanlah aku yang dulu. Aku yang sekarang telah bangkit
menjadi seseorang yang baru, yang tidak akan pernah melepas senyum itu hanya
karena sebuah kerikil kecil yang kalian lemparkan padaku. Aku tidak akan pernah
mundur, walau kalian terus berusaha mendorongku ke jurang kekalahan. Bahwa aku,
tidak akan pernah mengalah karena aku bukanlah seorang kaum sudra biasa. aku adalah kaum
sudra yang akan membuktikan bahwa
tidak selamanya kaum brahmana yang akan menguasai hidup ini. Inilah aku, dan
inilah hidupku yang akan menyongsong hari esok dengan senyuman pasti, semangat
membara, langkah yang tegap. Dan akan ku tunjukkan pada kalian bahwa aku adalah
AKU YANG BERBEDA. . . !!!






0 komentar:
Posting Komentar