Malam
Guysss, Mau curhat dikit nih ahh, Beberapa hari ini sedang sedikit merasakan
kesenduan di hati rasanya, bukan galau tapinya. Hanya rasanya semua memori di
masa lalu sedang terpaparkan di sebuah layar bioskop pribadi,,,
#apasihhh.
Tapi
cerita malam hari itu bukan tentang kesenduan yang sedang saya alami, melainkan
mengambil satu perubahan dari diri saya tentang sebuah kepercayaan, (rasanya
pernah membahas ini saat sedang di kampus inggris (red. Trust Is a Must)).
Percaya
Akan sebuah kepercayaan!. Itulah timeline dari tulisan saya kali ini. Sedikit
menengok ke belakang (*,*), bukan mengingat masa lalu yaa, #moveonatuh hhehe.
Intinya adalah, Dahulu, saya adalah tipikal orang yang memberikan kepercayaan
saya terhadap orang orang terdekat saya. Sepenuhnya saya berikan kepercayaan
saya, hingga rasanya saya tidak memiliki kepercayaan lagi (opo menehh tohh masse, Ngawurrrr).
Yaa,
rasanya prinsip itu bisa saya laksanakan dengan baik semasa dalam masa putih
abu – abu. (Sekedar Informasi, saya pernah jadi siswa SMA loh #GaPENTING).
Hingga akhirnya saya memasuki dunia perkuliahan, awalnya semua masih berjalan
dengan baik. Saya bahkan langsung bisa mempercayai orang – orang yang rasanya
belum seminggu saya kenal. Mereka lah kelompok Praktikum Fisika Saya,
Personilnya itu adalah Saya, Agus, Henny, Chika, Pristi, Citra, Agung, Reza. Namun, dua nama terakhir yang saya
sebutkan tidak begitu membaur.
Enam
serangkai yang rasanya masih sangat polos dengan perkuliahan serta kehidupan di
Bogor memulai untuk merangkai cerita indah bersama mengawali pijakan awal kita
bersama di Universitas yang sama. Perkenalan dulu ya, Enam Serangkai yang
nantinya akan saya sebut menjadi FISIKAerss (Apasihh, ga bagus banget. Tapi yasudahlah,
apa arti sebuah nama), terdiri dari 6 mahasiswa dari 2 departemen yang berasal
dari satu fakultas yang sama yaitu FMIPA. Saya, Henny, Chika, dan Agus berasal
dari departemen Matematika, dan Pristi juga Citra berasal dari Departemen
Ilkom. Kami pertama kali berkumpul saat praktikum pertama Fisika saat
Matrikulasi. Mulai merancang siapa yang jadi ketua kelompok, ini itu, bla bla
bla.....
Singkat Cerita, kebersamaan kita langsung terbangun (alias Klop)
dengan cepat. Hanya butuh beberapa hari agar kita tidak saling canggung lagi.
Karakter yang berbeda beda rasanya tak menjadi penghalang bagi kita. Saya yang
orangnya hebring alias heboh, tapi juga Humoris dan juga Tampan , zzzz.
Pristi dengan pembawaan yang paling dewasa, namun tetap heboh dan ceriwisss
yang selalu menjadi panutan bagi kita semua hhaha. Henny yang masih terkesan
anak – anak, agak lugu, polos, terkadang lemot #PissHenn hhehe. Chika yang
sedikit rumpi, anak gaul Jekardahh getoohh, tapi juga ceriwis dan sedikit bawel
(Chika adalah lumbung makanan di kelompok ini hhehe). Ada pula Agus, anak
termuda di kelompok kita (FYI. Agus yang termuda dan Pristi Yang tertua). Dengan
segudang keluguan, namun super bawelll, agak manja sihh, dan saya sering
menjadi pelampiasan kemanjaannya hhaha, tapi rasanya kalo ga ada dia ga rame.
Dan yang terakhir, Citra dengan sosoknya yang paling kalem rasanya, agak malu
malu gitu, tapi punya segudang cerita. Dan inilah Kami (jenggg jengg jengggg
*ceritanya backsound).
![]() |
| Abis Ngebakso nih ceritanya (di Hari yang sama dengan keberangkatan kita menuju KRB) |
![]() |
| Masih Sempet narsis sebelum keluar warung Bakso |
![]() |
| Dan inilah formasi lengkap Kami. Dari Kiri Ke Kanan : Ari, Citra, Chika, Henny, Pristi, Agus |
Masuk
ke cerita, Kita sering banget kumpul bareng untuk ngerjain Laporan praktikum (Niatnya sih ngerjain laporan doang, padahallll......) yang
biasanya Cuma dikasih waktu 2 – 3 hari untuk dikumpulkan. Jadilah kami yang
selalu kumpul hampir setiap hari. Di sela sela mengerjakan laporan, ada kalanya
kita menceritakan pengalaman semasa SMA, dari mulai Cinta – cintaan, galau
galauan dan sebagainya. Dan biasanya Agus adalah yang paling dominan di sesi
curhat curhatan ini hhehe, dan Juga Mbak Priss yang selalu memberi masukan
kepada kita tentang curhatan kita, yaa, sosoknya yang dewasa ngebuat kita
diayomi sama pristi. Ada juga sesi Ramal meramal yang diprakasai oleh Mbak
Pristi, dia ini jago ngeramal Lohhhh (Mbak Pris ternyata titisan dewa petir
lohh *ganyambung). Pristi kalo udah nebak sesuatu, selalu (hampir) benar
semua. Ga ada yang bisa ditutupi dari wanita paruh baya satu ini. Ada juga
sesi wisata kuliner, Rasanya kita sudah menjelajahi Bara dan seisinya saat itu.
Masih banyak lagi lah pokoknya....
Suatu
ketika, Kejenuhan mulai melanda saat mengerjakan Laporan. Hingga akhirnya kita
berpindah tempat berkali kali, dari mulai Asrama A*, pindah ke asrama A*,
hingga akhirnya ke Gladiatorrr.
![]() |
| Narsis dulu di Gladiator hhehe :p |
![]() |
| Ketauan kan siapa yang paling gaul hhaha |
![]() |
| Ceritanya lagi mau ngerjain Laporan di Gladiator (Padahal......) |
Tapi
tetap aja moodnya belum muncul. Hingga akhirnya entah siapa yang mencetuskan
ide buat ngerjain Laporan Praktikum Fisika di KRB (Red. Kebun Raya Bogor). Dan semua sepakat, alhasil kami kembali ke
Asrama masing – masing untuk menyiapkan segalanya. Tak lama kemudian, semuanya
berkumpul di Shelter Sepedahh depan GWW. Setelah semuanya lengkap, langsung
kami menaiki Mobil Ferari angkot yang saya lupa jurusan apa, pokoknya
tujuan akhirnya laladon (*Bukan Kampus Dalam tapinya). Baru beberapa detik
menduduki bangku angkot, rasanya seisi angkot langsung heboh dengan celotehan
kami. Karena beberapa dari kita yang belum pernah kesana. Saat itu saya yang
menjadi Tour Guidenya, karena saya sudah menjadi sesepuh KRB (?), alias sudah
beberapa kali menginjakkan kaki di Kebun Raya kebanggaan kota hujan ini.
Setelah sampai laladon, Kami bergegas menaiki Angkot 03 yang akan membawa kami
menuju KRB, di angkot ini pula, celotehan dan candaan tak juga henti kami
lontarkan, yaa, namanya juga masih polos hhaha. Salah satu dari kita bilang ke
abang supir angkot yang baik hati itu untuk menurunkan kami di Pintu Masuk KRB.
Tak usah berlama lama, kami sampai juga akhirnya didepan pintu masuk KRB, namun
sayangnya abangnya salah menurunkan kita (*abangnya ga jadi baik hati deh).
Pintu masuk yang ada didepan kami ternyata bukan pintu masuk utama. (*saya
merasa gagal menjadi Tour Guide #sambilGarukGarukTanah T.T). Alhasil
berdasarkan Naluri KeSokTahuan saya, kita jalan menyusuri Pedestrian di sekitar
KRB. Namun, tetap saja yang namanya geng Ceriwis ga afdhol kalo ga punya
cerita. Di pertengahan jalan, ada orang sedikit kurang waras yang menghadang
perjalanan kita, Chika adalah yang terheboh disini. Dia ketakutan setengah mati
rasanya. Namun saya dengan Gagah Berani (padahal agak takut juga),
menuntun jalan mereka untuk melewatinya. Dan berhasillah kita melewatinya.
Yeyyyy, Setelah itu kita kemana yaa ?? Katakan Peta, Katakan Petaa #apasihhh. Dan tak Lama setelah itu. Sampailah
kita didepan Pintu gerbang Kebun Raya Bogor yang sesungguhnya.......













0 komentar:
Posting Komentar