Di suatu sisi, akan ada orang
yang berkata : “wahhh, Lukisannya bagus ya, keren bisa gambar seperti ini,
padahal kan dia bukan pelukis...”
Dan di sisi yang lain, seseorang
juga bisa berkata : “Lukisannya biasa aja ah, dia kan pelukis, harusnya
gambarnya lebih bagus daripada ini...”
Itulah hidup, terkadang rasanya
muak ketika kita hidup dalam ekspekatasi orang lain.
Ketika kita ingin mempersembahkan
sesuatu, orang lain selalu punya standar akan hal itu.
Hingga akhirnya, terasa akan
adanya beban yang menancap di pundak ini.
Ya, rasanya beban itu membuat
semangat tak semembara dulu.
Bolehkah setidaknya aku bertanya
sejenak ?
Salahkah aku yang tak ingin dicap
seperti apa yang kalian bayangkan ?
Bisakah aku menjadi aku yang apa
adanya, tanpa batasan ekspektasi yang kalian buat ?
Mampukah aku untuk tetap menjadi
aku yang sama seperti kalian ?
Layaknya sang pelukis ulung, ada
kalanya hasil lukisannya tak sebagus biasanya. Namun mengapa orang lain
mengecap itu sebagai sesuatu yang tak seharusnya terjadi. Salahkah seorang
pelukis ulung melukis hal yang biasa saja ? Haruskah selalu pelukis ulung itu
melukis sesuai dengan apa yang kalian harapkan ?
Namun, ketika seseorang biasa
memegang lukisan yang dibuat oleh sang pelukis ulung, dan berkata bahwa itu
adalah lukisan yang ia goreskan. Respon dari khalayak ramai justru memujinya,
dan mengatakan bahwa itu kerja yang baik. “Hey, Apa bedanya jika sang pelukis
ulung yang memegangnya ?”, Bukankah hal itu tidak adil ?, Tapi itulah paradigma
yang terjadi saat ini. Bukan apa yang dihasilkan, tetapi siapa yang
menghasilkan.
Suatu ketika, seseorang
berekspektasi padaku tentang apa yang dia harapkan dariku. Tapi kurasa, itu
bukanlah aku. Seolah menggambarkanku sebagai sosok yang pandai, rajin, selalu
belajar, kutu buku, unsosial,,, layaknya mayoritas dari mereka yang sekedar
mengenalku. Tapi apakah aku sesempurna itu ? atau bahkan seburuk itu ?
Seketika itu
pula, ingin rasanya aku untuk meninggalkan mereka dengan ekspektasi mereka
terhadap diriku. Ketika aku berusaha untuk mengembalikan apa yang seharusnya
aku dapatkan, mereka hanya membalikkan pernyataanku dengan segala ekspektasi
yang mereka berikan. “ Lo kan gini, gitu, bla bla bla, harusnya kan bla bla
bla.....”,, Ahhh, sudahlah, percuma mendebatkan hal yang sekiranya tidak penting. Tidak
akan menemukan sebuah titik terang.
Pernahkan aku
meminta untuk digambarkan seperti ini ? pernahkah aku bermimpi menjadi sebuah
lukisan yang dipegang oleh sang pelukis ulung ?. Tentu tidak!!!. Aku tidak
pernah meminta akan hal itu, kalian sendiri yang menciptakan ekspektasi itu.
Lalu, salahkah aku yang tak bisa memenuhi ekspektasi kalian. Tidakkah kalian
memikirkan perasaan lukisan itu yang disalah artikan di tempat yang berbeda. Bisakah
kita membuat satu paradigma baru, bahwa “Lihat saja karyanya, tanpa harus melihat
siapa penciptanya”.
Terlepas dari
Kesalahan ekspektasi tadi, yang kurasakan hanya beban. Beban untuk mewujudkan
apa yang kalian harapkan. Aku hanya manusia biasa, yang terkadang juga ingin
dianggap setara. Kalian memang tidak mengenal siapa aku. Hanya bisa menjudge
dari sedikit yang kalian tahu tentang aku. Setidaknya, izinkan aku memperkenalkan siapa
aku, aku yang seharusnya kalian ekspektasikan sebagaimana mestinya.
Sore ini, aku
sejenak berfikir. Merenung di depan hamparan rumput hijau. Mengelilingi
berbagai macam karakteristik orang yang sedang beraktifitas didalamnya.
Rasanya aku
sudah lelah untuk memikirkan semua itu, aku hanya ingin diberikan kesempatan
untuk menjadi diriku sendiri. Aku hanya ingin diperlakukan sama. Bukan menjadi
seseorang yang punya kekuasanan dan kelebihan. Kita setara kawan, tidakkah
kalian sadari hal itu.
Oke, itulah
mereka yang belum mengenal siapa aku sebenarnya.
Namun,
bagaimana dengan mereke yang ”katanya” mengenalku ?
Tidak jauh
berbeda sepertinya, hanya sedikit sekali yang benar benar tahu bagaimana harus
berekspektasi. Yah, setidaknya aku bisa mengucapkan terima kasih kepada mereka
yang benar benar bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.
Tapi, bukan
itu yang aku permasalahkan. Kalian yang aku harapkan untuk tahu siapa aku,
justru menjadi bagian dari mereka. Kalian yang aku inginkan untuk membuatku
sedikit merasa tenang saat aku bilang bahwa aku tidak sanggup, justru kembali
membalikkan pernyataanku. Lalu, apa bedanya ? .
Come on guys,
aku berharap banyak dari kalian. Jika bukan kalian, siapa lagi ? jadi, tolong
untuk tidak menerima paradigma itu. Bisakah kalian sedikit lebih peka untuk
sedikit tahu siapa aku ?
Ketika aku
berada di puncak kejenuhan terhadap ekspektasi yang mereka berikan, ingin
rasanya melihat kalian tidak menjadi bagian dari yang membuatku jenuh.
Saat aku
berfikir, apakah harus aku merubah total apa yang saat ini ada padaku ? apakah
aku harus menjadi orang lain agar aku mendapatkan ekspektasi yang aku inginkan
?
Rasanya mungkin saja aku untuk melakukan hal itu. Menjadi seseorang yang jauh lebih liar, jauh lebih tidak sesuai dengan ekspektasi yang mereka berikan. Tapi aku tidak bisa. Bukan berarti aku tidak mau, tapi ada suatu hal yang rasanya tidak bisa kujelaskan saat ini. Kalau aku bisa, ingin ku keluar dari pusara yang menyesatkan ini. Dan mencari sebuah penghidupan baru dengan sebuah image baru. Itu dulu sudah kulakukan, sebelum aku benar benar mendapatkan tamparan dari seseorang yang peduli padaku.
Maaf jika aku sedang bersifat sedikit egois. Maaf jika aku sedang tidak ingin diperdebatkan oleh kalian. Aku hanya ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya aku dapatkan. Aku sedang berusaha mengembalikan memoriku tentang dimana seharusnya aku berjalan. Bukannya aku melupakan kalian, tapi sebaiknya kalian kembali mengulang untuk mengingat siapa aku. Kembalikan ekspektasi yang dahulu pernah ingin kutanamkan pada kalian. Namun benih itu, tidak kalian simpan dalam otak kalian.
Sedikit yang
bisa aku utarakan tentang siapa aku seharusnya. Tak banyak yang aku harapkan
selain akan ada suatu hari dimana aku kembali ke tempat yang seharusnya ku
lalui. Aku tidak ingin Egois, apalagi individualis. Aku hanya ingin menjadi aku
yang biasa. Terima kasih untuk kalian yang mengerti aku. Dan mohon maaf, bagi
kalian yang mengerti aku. :)
Regrads
~AYH~






2 komentar:
serupa gan, ane juga ngerasa gitu kok, semoga ekspektasi kembali pada jalannya ya ::)))
wahhh, ternyata agan juga sama,,,
aamiin gan, ane hanya berusaha untuk jadi diri sendiri :)
Posting Komentar